MAHASISWA
BERPRESTASI
Prestasi merupakan hasil yang telah
dicapai dari suatu perbuatan, usaha, dan kerja keras. Untuk mencapai sebuah
prestasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan dan tidak pula semudah
mengucapkannya. Beni Kurnia Illahi adalah mahasiswa dari perguruan tinggi negeri
Universitas Andalas (UNAND) jurusan Ilmu Hukum. Ia lahir di kp. Caniago, Padang Sumatera Barat, 16
0ktober 1993. Ia terlahir dari keluarga yang hidup serba
berkecukupan, tetapi ia tidak pernah sombong dengan apa yang sudah dimilikinya
sekarang.
Beni Kurnia Illahi yang kerap disapa
Beni ini ternyata gemar membaca. Telah banyak
buku pengetahuan umum dan buku politik yang dibacanya sehingga jumlah buku yang dibaca lebih dari seratus. Ia memulai
kariernya sejak menduduki bangku SMA. Dari sanalah terlihat bakat yang dimiliki oleh Beni. Pada awalnya ia
bukanlah sosok anak yang gemar membaca, ia sama seperti anak-anak lainnya yang
suka bermain, keluyuran, dan sering pulang ke rumah dengan terlambat. Karena nasihat-nasihat
yang diberikan oleh orang tuanya, ia mulai merubah tingkah lakunya yang buruk
menjadi tingkah laku yang lebih baik.
Beni yang kuliah di Universitas Andalas dengan
jurusan Ilmu Hukum meruapakan mahasiswa berprestasi. Dari hobi membaca itulah
Beni bisa menghasilkan banyak karya tulis. Karya tulisnya yang telah dimuat di media
massa, yaitu “Lampu Petromaks SBMPTN Meredup” dipublikasikan di akademia.edu
pada tahun 2013, “Selamatkan Jalan MK” dipublikasikan di padang ekspres pada
tahun 2013. “No Pungli, No Korupsi” dipublikasikan di padang ekspres pada tahun
2013, “Gelora Pemuda Memberangus Korupsi” dipublikasikan di koran padang pada
tahun 2013, “Pergeseran Kiblat Sang Hakim” dipublikasikan di akademia.edu pada
tahun 2013, “Menutup Keranda Korupsi” dipublikasikan di koran padang pada tahun
2013, “Menggali Figur Ibu” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013,
“Pilkada di Tahun Kuda” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013, “Tenggelamnya
Kapal Demokrat” dipublikasikan di koran padang ekspres pada tahun 2013, “Tenggelamnya
Kapal Demokrat 2” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013. Ada juga
hasil karya tulisnya yang lain yang baru terbit di tahun 2014 diantaranya
adalah, “Quo Vadis Pilkada Padang?”
dipublikasikan di koran padang dan karya tulis “Setitik Asa Menjelang Pemilu”
dipublikasikan juga di koran padang.
Selain sebagai penulis, Beni juga
seorang asisten dosen di
Universitas
Andalas. Sebagai
Mahasiswa, Beni juga sering mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan
kampusnya. Seperti
kegiatan Organisasi Intra Kampus yang pernah diikutinya adalah Pusat Studi
Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Badan Yudikatif
Mahasiswa (BYM) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Komunitas Debat (Kombad Justitia)
Fakultas Hukum Universitas Andalas. Beni juga pernah mengikuti Organisasi Ekstra
Kampus diantaranya yaitu Ikatan Alumni Smantri (IKASMANTRI 2011), Kelompok
Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS), Tim Perekaman Persidangan Tindak
Pidana Korupsi PN Padang. Ada lagi kegiatan yang pernah ia ikuti seperti
kegiatan Kepanitiaan Intra dan Ekstra Kampus yaitu Pekan Kostitusi (PEKON ke-VI
tahun 2013), Pekan kostitusi (PEKON ke-V tahun 2012), IKASMANTRI 2011, KANVAST
SMAN 3 PADANG 2013, pemilihan umum wali kota dan wakil wali kota Padang,
pesantren ramadhan 2013, pengkaderan kombadjustita (komunitas debat FHUA).
Dari sekian banyak kegiatan organisasi
yang Beni ikuti, ia pernah mendapatkan penghargaan diantaranya adalah juara I
lomba debat konstitusi tingkat nasional regional VI sumatera pada tahun 2012
dengan sertifikat. Ia mendapatkan sertifikat serta buku tabungan, perempat
final debat konstitusi tingkat nasional pada tahun 2012. Peserta Studi Visit
Lembaga Negara Republik Indonesia di Jakarta pada tahun 2014 ia mendapatkan
sertifikat. Beni juara III finalos lomba debat ilmiah tingkat nasional di
Jakarta tahun 2014. Peserta Yought Integrity Camp TII 2014 pelibatan aktivis
muda se-Indonesia perwakilan Sumatera Barat di Jakarta. Beni juga peraih
beasiswa prestasi akademik tiga tahun berturut-turut tahun 2012, 2013, dan 2014.
Beni yang sering aktif dalam organisasai
dikampus ternyata juga pernah mengikuti seminar nasional. Seminar nasional yang
diikutinya, yaitu kuliah umum bersama Mantan Wakil Presiden RI Drs. M. Jusuf
Kalla, kuliah umum bersama Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof. Dr. Mahfud MD,
S.H., kuliah umum bersama jaksa Agung RI Basrief Arif, kuliah umum mengenai lembaga
negara DPD, KY, MK, kuliah umum bersama menteri pendidikan dan kebudayaan RI,
Kuliah umum pemberantasan korupsi bersama Prof. Dr. Denny Indrayana, seminar
nasional tentang pemilihan umum bersama anggota MPR, DPR, DPD RI, kuliah umum
bersama bersama Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Dr. Akil Mochtar, S.H. M.H., kuliah
umum bersama Ketua Komisi Yudisial Dr. Eman Suparman, S.H., M.H., uliah umum
bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Dr. Busyro Muqoddas, S.H. M.H.,
Seminar evaluasi perekaman persidangan tipikor se-Indonesia bersama Wakil Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi Dr. Bambang Widjoyanto, S.H., M.H. dan Dr. Busyro
Muqoddas S.H.M.H.
Bekerja keras dan pantang menyerah itulah prinsip
hidup Beni
Kurnia Illahi (21), warga
Kota
Padang Sumatera Barat. Meski memiliki
prestasi yang begitu membanggakan, bagi keluarga besarnya, Beni tidak berhenti
meraih prestasi yang lebih tinggi lagi sampai cita-citanya tercapai yaitu ingin
menjadi seorang sarjana ilmu hukum. Dari sekian banyak prestasi yang dicapai,
ia juga dikenal sebagai seseorang yang murah senyum, penyayang, suka bergaul
dengan orang lain, suka membantu, dan ia juga disenangi oleh teman-teman dan
orang tua. Beni juga seorang yang
pekerja keras dan pantang menyerah, ia juga sangat disiplin terhadap waktu.
Beni merasa bersyukur diberi rezeki yang cukup sehingga
masih bisa mengenyam pendidikan. Ia sangat akrab
dengan dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Dari sanalah ia belajar
tentang apa arti kehidupan yang sebenarnya. Sebenarnya cita-cita Beni sejak
kecil adalah menjadi seorang dokter, tetapi karena latar belakang keluarganya berkenaan
dengan hukum, Beni akhirnya kuliah ilmu hukum. Beni juga menyukai tentang
hukum. Kecintaan Beni terhadap ilmu hukum telah dibuktikannya dengan prestasi-prestasi
yang diperoleh sampai saat ini. Sebentar lagi Beni akan menjadi seorang sarjana
Hukum.
Beni adalah anak yang tidak mau menyusahkan
orang lain, selagi ia mampu ia akan berusaha sekuat tenaga
sampai apa yang diinginkannya itu tercapai. Ia mencintai
perkerjaannya dengan sepenuh hati sehingga bisa membuatnya bangkit ketika mulai rapuh dan semakin memotivasi diri agar lebih sukses kedepannya. Memperoleh sesuatu yang kita inginkan sangat membutuhkan
pengorbanan yang cukup banyak. Dengan adanya rasa keingintahuan dan rasa
penasaran yang tinggi dalam mempelajari sesuatu, itu sangat membantu dan
memotivasinya dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi.
Dilihat dari rasa
keingintahuannya
yang sangat tinggi, dari situlah ada yang mendorongnya bisa menjadi lebih
maju. Tanpa ada rasa tersebut mungkin hidupnya akan beda cerita. Menurutnya, keingintahuan
memberi kesempatan untuk saling mengenal lebih dalam atau mendapatkan informasi
yang lebih lengkap, mempelajari sesuatu, mengenal seseorang dan semua ini ternisiatif
dari rasa tersebut untuk mensatisfy pikiran kita. Mencintai apa yang
kita lakukan adalah sesuatu yang sangat penting. Dalam berusaha, kadangkala apa
yang kita lakukan untuk mencapai sebuah tujuan acap kali gagal dalam sekali
coba, tapi berkat perjuangan yang gigih dan memcobanya berulang-ulang insya Allah
akan berhasil. Tanpa ada rasa cinta terhadap apa yang kita lakukan, semua akan
menjadi berat bagi kita. Hidup cuma sekali, ketika kita berusaha, setengah dari
hidup kita akan penuh dengan pekerjaan. Apabila kita tidak peduli dengan
pekerjaan kita, maka hidup kita akan sengsara.
Beni Kurnia Illahi selain bisa berbahasa
indonesia dan daerah, ia juga menguasai bahasa inggris dan jepang. Ia pernah
menjadi peserta pelatih praktik peradilan perdata di fakultas hukum. Pelatihan
praktik traning ESQ di auditorium UNAND, pelatihan training menulis media
kompas di pusat studi konstitusi (PUSaKO FHUA), dan pelatihan evaluasi
perekaman persidangan tipikor se-Indonesia di hotel Best Western seminyak kuta Denpasar
Bali. Banyak lagi prestasi yang telah diraih oleh Beni. Ikhtiar
dan doa yang dilakukan Beni sangat membuahkan hasil yang memuaskan. (fybria)
