NELAYAN
SUSAH AKIBAT SAMPAH
TAPLAU, FAISTIJ – Sudah lima belas hari nelayan susah untuk menangkap ikan. Hal
itu disebabkan oleh banyaknya sampah yang bertebaran di laut, Minggu (17/5).
Banyaknya sampah
yang bertebaran di laut mengakibatkan nelayan tidak bisa menangkap ikan. Jaring-jaring
nelayan banyak dipenuhi oleh sampah bukan dipenuhi ikan. Akibat banyaknya sampah,
jaring para nelayan menjadi rusak. Demi sesuap nasi, para nelayan memperbaiki
kembali jaring-jaringnya. Jaring tidak bisa digunakan karena telah digulung
sampah. Ada jaring nelayan yang hilang karena terbawa sampah-sampah besar.
Sampah tersebut disebabkan
oleh faktor cuaca. “Hari hujan, tu aia dareh. Jadinyo mambuek sampah mangalia
ka lauik,” ucap nelayan. Cuaca sekarang yang sering hujan mengakibatkan nelayan
susah untuk menagkap ikan. “Kalau ombak gadang, galombang gadang, tu ndak bisa maukek
do,” ujar salah seorang nelayan.
Hendaknya pemerintah
dan masyarakat menjaga keindahan pantai. Masyarakat jangan lagi membuang sampah
ke bandar bakali. Apabila hujan, banyak sampah yang mengalir ke laut. Selain membuat
nelayan susah menangkap ikan, sampah juga megakibatkan pantai menjadi kotor. Jika
hujan, pantai tidak lagi terlihat asri. Air laut juga berubah warna menjadi hitam
karena sampah. (fybria)



