Total Tayangan Halaman

Minggu, 17 Mei 2015

NELAYAN SUSAH AKIBAT SAMPAH



NELAYAN SUSAH AKIBAT SAMPAH
 


TAPLAU, FAISTIJ – Sudah lima belas hari nelayan susah untuk menangkap ikan. Hal itu disebabkan oleh banyaknya sampah yang bertebaran di laut, Minggu (17/5).

Banyaknya sampah yang bertebaran di laut mengakibatkan nelayan tidak bisa menangkap ikan. Jaring-jaring nelayan banyak dipenuhi oleh sampah bukan dipenuhi ikan. Akibat banyaknya sampah, jaring para nelayan menjadi rusak. Demi sesuap nasi, para nelayan memperbaiki kembali jaring-jaringnya. Jaring tidak bisa digunakan karena telah digulung sampah. Ada jaring nelayan yang hilang karena terbawa sampah-sampah besar.

Sampah tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. “Hari hujan, tu aia dareh. Jadinyo mambuek sampah mangalia ka lauik,” ucap nelayan. Cuaca sekarang yang sering hujan mengakibatkan nelayan susah untuk menagkap ikan. “Kalau ombak gadang, galombang gadang, tu ndak bisa maukek do,” ujar salah seorang nelayan.

Hendaknya pemerintah dan masyarakat menjaga keindahan pantai. Masyarakat jangan lagi membuang sampah ke bandar bakali. Apabila hujan, banyak sampah yang mengalir ke laut. Selain membuat nelayan susah menangkap ikan, sampah juga megakibatkan pantai menjadi kotor. Jika hujan, pantai tidak lagi terlihat asri. Air laut juga berubah warna menjadi hitam karena sampah. (fybria)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar