Total Tayangan Halaman

Sabtu, 07 Maret 2015

FEATURE PERJALANAN




SiHiR
SaRaSaH WaTeRfaLL









Air terjun itu tampak seperti lukisan yang diwarnai dengan serpihan
berlian. Terlihat keindahan alam, kenyamanan, keceriaan, dan kebesaran
ciptaan Yang Maha Kuasa di sana. Pemandangan cenderung serba hitam,
putih, dan hijau bagai hamparan permadani yang tebal.
Oleh: FAISTIJ



Indonesia memiliki hamparan alam yang begitu menakjubkan. Tanah air tercinta ini terdiri dari gugusan pulau-pulau yang memiliki tempat wisata yang tak terhitung banyaknya. Salah satunya tempat wisata yang berada di kota Padang. Padang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Barat. Kota ini selalu dikunjungi wisatawan lokal dan manca negara. Para wisatawan sering bertamasya ke pantai-pantai yang ada di kota ini. Di dataran rendah kota Padang ini memang terkenal dengan pantainya yang luas dan panjang. Sedangkan di dataran tingginya juga banyak terdapat tempat wisata, salah satunya seperti pesona Sarasah Waterfall.



Air Terjun Sarasah ini berada di kota Padang, Gadut, Sumatera Barat. Derasnya air menyambut kedatangan kami di Sarasah Waterfall akhir Januari lalu. Terasa dingin bila dibandingkan berada di pantai. Free, freedom kata-kata itulah yang pantas untuk merasakan jatuhnya air, melihat gerakan air, dan mendengar suara derasnya air. “Dingin...” ujar Siska ketika menyentuh air yang ada di sana. “Di sini sungguh tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota Padang,” ujar Selvi.

Beberapa orang telah berada di sini dan hanya beberapa orang yang mengetahui tempat ini. Tidak ada kata yang sangat pantas diucapkan selain kata amazing. Menempuh waktu panjang jika kita ingin melihat keindahan air yang terjun bebas ke dasar lembah. Butuh nyali, kekuatan, dan semangat untuk menempuh jalan yang berliku-liku ke sana. Jangan heran jika jalannya dipenuhi oleh batu-batu besar, curam, dan terjal karena Sarasah Waterfall berada di lereng bukit. Alam ternyata telah menyembunyikan warna-warni yang ceria di bukit ini.

Kita butuh jiwa petualang untuk menjelajah hutan agar dapat melihat ciptaan Allah yang mengagumkan. Air terjun ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Kami bersama-sama saling berpegangan tangan untuk melintasi batu-batu besar dan jalan-jalan curam, terjal. Di sini, di sarasah waterfall ini kita bisa melihat aliran air yang melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai.

Suasana di sini seakan-akan memperlihatkan gugusan batu-batu yang tersusun rapi hingga membentuk seperti istana batu yang bermandikan air. Tumbuh-tumbuhan, batu-batuan tampak berkilau oleh cahaya matahari. Air yang jatuh dengan derasnya dihantarkan angin dingin yang bersiutan bagaikan mimpi yang nyata. Airnya tampak seperti butiran-butiran kaca. Sejauh mata memandang, hanya terlihat lukisan Tuhan yang nyata.

Sabtu, 28 Februari 2015

BERITA PERTAMA



SATPAM MENGEMPISKAN
BAN MOTOR MAHASISWA
 



GUNUNG PANGILUN, FAISTIJ – Dalam rangka menertibkan lalu lintas, satpam STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang mengempiskan ban kendaraan roda dua mahasiswa yang parkir sembarangan, Senin (16/2) lalu.

Mahasiswa dilarang parkir di sepanjang jalan sekitar kampus STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang. Jika tetap parkir di sepanjang jalan, ban motor akan dikempiskan. Slogan ini telah dipampang oleh satpam STKIP guna dipatuhi oleh mahasiswa yang masih melanggar peraturan.

Menurut salah seorang satpam, ia mengatakan bahwa banyak kendaraan bermotor berdempet dan berserakan di depan kafe, di depan kampus dan di depan tempat fotokopi sehingga memenuhi badan jalan. Keadaan jalan menjadi padat dan macet. Pengemudi mobil, pengendara sepeda motor lain dan pejalan kaki menjadi terganggu.

Pihak kampus padahal telah menyediakan area parkir yang luas dan sangat memadai, tetapi masih banyak mahasiswa yang melanggar. Tempat parkir yang tersedia memang sedikit jauh dari kampus ± 20 m, tetapi pengamanannya terjamin.

Kebanyakan, mahasiswa yang parkir sembarangan ini dikarenakan sifat malas untuk berjalan kaki ke kampus, apalagi cuaca yang panas terik pada siang hari. Begitu juga halnya dengan mahasiswa yang sering terlambat datang ke kampus, ikut-ikutan parkir di sepanjang jalan. Melihat kendaraan mahasiswa yang banyak berserakan itu, satpam mengambil tindakan untuk mengempiskan ban kendaraan roda dua mereka. (fybria)