Total Tayangan Halaman

Minggu, 05 April 2015

Mahasiswa Berprestasi


MAHASISWA BERPRESTASI

Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai dari suatu perbuatan, usaha, dan kerja keras. Untuk mencapai sebuah prestasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan dan tidak pula semudah mengucapkannya. Beni Kurnia Illahi adalah mahasiswa dari perguruan tinggi negeri Universitas Andalas (UNAND) jurusan Ilmu Hukum. Ia lahir di kp. Caniago, Padang Sumatera Barat, 16 0ktober 1993. Ia terlahir dari keluarga yang hidup serba berkecukupan, tetapi ia tidak pernah sombong dengan apa yang sudah dimilikinya sekarang.
Beni Kurnia Illahi yang kerap disapa Beni ini ternyata gemar membaca. Telah banyak buku pengetahuan umum dan buku politik yang dibacanya sehingga jumlah buku yang dibaca lebih dari seratus. Ia memulai kariernya sejak menduduki bangku SMA. Dari sanalah terlihat bakat yang dimiliki oleh Beni. Pada awalnya ia bukanlah sosok anak yang gemar membaca, ia sama seperti anak-anak lainnya yang suka bermain, keluyuran, dan sering pulang ke rumah dengan terlambat. Karena nasihat-nasihat yang diberikan oleh orang tuanya, ia mulai merubah tingkah lakunya yang buruk menjadi tingkah laku yang lebih baik.
Beni yang kuliah di Universitas Andalas dengan jurusan Ilmu Hukum meruapakan mahasiswa berprestasi. Dari hobi membaca itulah Beni bisa menghasilkan banyak karya tulis. Karya tulisnya yang telah dimuat di media massa, yaitu “Lampu Petromaks SBMPTN Meredup” dipublikasikan di akademia.edu pada tahun 2013, “Selamatkan Jalan MK” dipublikasikan di padang ekspres pada tahun 2013. “No Pungli, No Korupsi” dipublikasikan di padang ekspres pada tahun 2013, “Gelora Pemuda Memberangus Korupsi” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013, “Pergeseran Kiblat Sang Hakim” dipublikasikan di akademia.edu pada tahun 2013, “Menutup Keranda Korupsi” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013, “Menggali Figur Ibu” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013, “Pilkada di Tahun Kuda” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013, “Tenggelamnya Kapal Demokrat” dipublikasikan di koran padang ekspres pada tahun 2013, “Tenggelamnya Kapal Demokrat 2” dipublikasikan di koran padang pada tahun 2013. Ada juga hasil karya tulisnya yang lain yang baru terbit di tahun 2014 diantaranya adalah, Quo Vadis Pilkada Padang? dipublikasikan di koran padang dan karya tulis “Setitik Asa Menjelang Pemilu” dipublikasikan juga di koran padang.
Selain sebagai penulis, Beni juga seorang asisten dosen di Universitas Andalas. Sebagai Mahasiswa, Beni juga sering mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kampusnya. Seperti kegiatan Organisasi Intra Kampus yang pernah diikutinya adalah Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Badan Yudikatif Mahasiswa (BYM) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Komunitas Debat (Kombad Justitia) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Beni juga pernah mengikuti Organisasi Ekstra Kampus diantaranya yaitu Ikatan Alumni Smantri (IKASMANTRI 2011), Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS), Tim Perekaman Persidangan Tindak Pidana Korupsi PN Padang. Ada lagi kegiatan yang pernah ia ikuti seperti kegiatan Kepanitiaan Intra dan Ekstra Kampus yaitu Pekan Kostitusi (PEKON ke-VI tahun 2013), Pekan kostitusi (PEKON ke-V tahun 2012), IKASMANTRI 2011, KANVAST SMAN 3 PADANG 2013, pemilihan umum wali kota dan wakil wali kota Padang, pesantren ramadhan 2013, pengkaderan kombadjustita (komunitas debat FHUA).
Dari sekian banyak kegiatan organisasi yang Beni ikuti, ia pernah mendapatkan penghargaan diantaranya adalah juara I lomba debat konstitusi tingkat nasional regional VI sumatera pada tahun 2012 dengan sertifikat. Ia mendapatkan sertifikat serta buku tabungan, perempat final debat konstitusi tingkat nasional pada tahun 2012. Peserta Studi Visit Lembaga Negara Republik Indonesia di Jakarta pada tahun 2014 ia mendapatkan sertifikat. Beni juara III finalos lomba debat ilmiah tingkat nasional di Jakarta tahun 2014. Peserta Yought Integrity Camp TII 2014 pelibatan aktivis muda se-Indonesia perwakilan Sumatera Barat di Jakarta. Beni juga peraih beasiswa prestasi akademik tiga tahun berturut-turut tahun 2012, 2013, dan 2014.
Beni yang sering aktif dalam organisasai dikampus ternyata juga pernah mengikuti seminar nasional. Seminar nasional yang diikutinya, yaitu kuliah umum bersama Mantan Wakil Presiden RI Drs. M. Jusuf Kalla, kuliah umum bersama Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof. Dr. Mahfud MD, S.H., kuliah umum bersama jaksa Agung RI Basrief Arif, kuliah umum mengenai lembaga negara DPD, KY, MK, kuliah umum bersama menteri pendidikan dan kebudayaan RI, Kuliah umum pemberantasan korupsi bersama Prof. Dr. Denny Indrayana, seminar nasional tentang pemilihan umum bersama anggota MPR, DPR, DPD RI, kuliah umum bersama bersama Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Dr. Akil Mochtar, S.H. M.H., kuliah umum bersama Ketua Komisi Yudisial Dr. Eman Suparman, S.H., M.H., uliah umum bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Dr. Busyro Muqoddas, S.H. M.H., Seminar evaluasi perekaman persidangan tipikor se-Indonesia bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Dr. Bambang Widjoyanto, S.H., M.H. dan Dr. Busyro Muqoddas S.H.M.H.
Bekerja keras dan pantang menyerah itulah prinsip hidup Beni Kurnia Illahi (21), warga Kota Padang Sumatera Barat. Meski memiliki prestasi yang begitu membanggakan, bagi keluarga besarnya, Beni tidak berhenti meraih prestasi yang lebih tinggi lagi sampai cita-citanya tercapai yaitu ingin menjadi seorang sarjana ilmu hukum. Dari sekian banyak prestasi yang dicapai, ia juga dikenal sebagai seseorang yang murah senyum, penyayang, suka bergaul dengan orang lain, suka membantu, dan ia juga disenangi oleh teman-teman dan orang tua. Beni juga seorang yang pekerja keras dan pantang menyerah, ia juga sangat disiplin terhadap waktu.
Beni merasa bersyukur diberi rezeki yang cukup sehingga masih bisa mengenyam pendidikan. Ia sangat  akrab  dengan  dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Dari sanalah ia belajar tentang apa arti kehidupan yang sebenarnya. Sebenarnya cita-cita Beni sejak kecil adalah menjadi seorang dokter, tetapi karena latar belakang keluarganya berkenaan dengan hukum, Beni akhirnya kuliah ilmu hukum. Beni juga menyukai tentang hukum. Kecintaan Beni terhadap ilmu hukum telah dibuktikannya dengan prestasi-prestasi yang diperoleh sampai saat ini. Sebentar lagi Beni akan menjadi seorang sarjana Hukum.
Beni adalah anak yang tidak mau menyusahkan orang lain, selagi ia mampu ia akan berusaha sekuat tenaga sampai apa yang diinginkannya itu tercapai. Ia mencintai perkerjaannya dengan sepenuh hati sehingga bisa membuatnya bangkit ketika mulai rapuh dan semakin memotivasi diri agar lebih sukses kedepannya. Memperoleh sesuatu yang kita inginkan sangat membutuhkan pengorbanan yang cukup banyak. Dengan adanya rasa keingintahuan dan rasa penasaran yang tinggi dalam mempelajari sesuatu, itu sangat membantu dan memotivasinya dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi.
Dilihat dari rasa keingintahuannya yang sangat tinggi, dari situlah ada yang mendorongnya bisa menjadi lebih maju. Tanpa ada rasa tersebut mungkin hidupnya akan beda cerita. Menurutnya, keingintahuan memberi kesempatan untuk saling mengenal lebih dalam atau mendapatkan informasi yang lebih lengkap, mempelajari sesuatu, mengenal seseorang dan semua ini ternisiatif dari rasa tersebut untuk mensatisfy pikiran kita. Mencintai apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang sangat penting. Dalam berusaha, kadangkala apa yang kita lakukan untuk mencapai sebuah tujuan acap kali gagal dalam sekali coba, tapi berkat perjuangan yang gigih dan memcobanya berulang-ulang insya Allah akan berhasil. Tanpa ada rasa cinta terhadap apa yang kita lakukan, semua akan menjadi berat bagi kita. Hidup cuma sekali, ketika kita berusaha, setengah dari hidup kita akan penuh dengan pekerjaan. Apabila kita tidak peduli dengan pekerjaan kita, maka hidup kita akan sengsara.
Beni Kurnia Illahi selain bisa berbahasa indonesia dan daerah, ia juga menguasai bahasa inggris dan jepang. Ia pernah menjadi peserta pelatih praktik peradilan perdata di fakultas hukum. Pelatihan praktik traning ESQ di auditorium UNAND, pelatihan training menulis media kompas di pusat studi konstitusi (PUSaKO FHUA), dan pelatihan evaluasi perekaman persidangan tipikor se-Indonesia di hotel Best Western seminyak kuta Denpasar Bali. Banyak lagi prestasi yang telah diraih oleh Beni. Ikhtiar dan doa yang dilakukan Beni sangat membuahkan hasil yang memuaskan. (fybria)


 

Sabtu, 07 Maret 2015

FEATURE PERJALANAN




SiHiR
SaRaSaH WaTeRfaLL









Air terjun itu tampak seperti lukisan yang diwarnai dengan serpihan
berlian. Terlihat keindahan alam, kenyamanan, keceriaan, dan kebesaran
ciptaan Yang Maha Kuasa di sana. Pemandangan cenderung serba hitam,
putih, dan hijau bagai hamparan permadani yang tebal.
Oleh: FAISTIJ



Indonesia memiliki hamparan alam yang begitu menakjubkan. Tanah air tercinta ini terdiri dari gugusan pulau-pulau yang memiliki tempat wisata yang tak terhitung banyaknya. Salah satunya tempat wisata yang berada di kota Padang. Padang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Barat. Kota ini selalu dikunjungi wisatawan lokal dan manca negara. Para wisatawan sering bertamasya ke pantai-pantai yang ada di kota ini. Di dataran rendah kota Padang ini memang terkenal dengan pantainya yang luas dan panjang. Sedangkan di dataran tingginya juga banyak terdapat tempat wisata, salah satunya seperti pesona Sarasah Waterfall.



Air Terjun Sarasah ini berada di kota Padang, Gadut, Sumatera Barat. Derasnya air menyambut kedatangan kami di Sarasah Waterfall akhir Januari lalu. Terasa dingin bila dibandingkan berada di pantai. Free, freedom kata-kata itulah yang pantas untuk merasakan jatuhnya air, melihat gerakan air, dan mendengar suara derasnya air. “Dingin...” ujar Siska ketika menyentuh air yang ada di sana. “Di sini sungguh tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota Padang,” ujar Selvi.

Beberapa orang telah berada di sini dan hanya beberapa orang yang mengetahui tempat ini. Tidak ada kata yang sangat pantas diucapkan selain kata amazing. Menempuh waktu panjang jika kita ingin melihat keindahan air yang terjun bebas ke dasar lembah. Butuh nyali, kekuatan, dan semangat untuk menempuh jalan yang berliku-liku ke sana. Jangan heran jika jalannya dipenuhi oleh batu-batu besar, curam, dan terjal karena Sarasah Waterfall berada di lereng bukit. Alam ternyata telah menyembunyikan warna-warni yang ceria di bukit ini.

Kita butuh jiwa petualang untuk menjelajah hutan agar dapat melihat ciptaan Allah yang mengagumkan. Air terjun ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Kami bersama-sama saling berpegangan tangan untuk melintasi batu-batu besar dan jalan-jalan curam, terjal. Di sini, di sarasah waterfall ini kita bisa melihat aliran air yang melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai.

Suasana di sini seakan-akan memperlihatkan gugusan batu-batu yang tersusun rapi hingga membentuk seperti istana batu yang bermandikan air. Tumbuh-tumbuhan, batu-batuan tampak berkilau oleh cahaya matahari. Air yang jatuh dengan derasnya dihantarkan angin dingin yang bersiutan bagaikan mimpi yang nyata. Airnya tampak seperti butiran-butiran kaca. Sejauh mata memandang, hanya terlihat lukisan Tuhan yang nyata.